Polresta Surakarta- Polda Jateng – Polresta Surakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) sebagai langkah strategis dalam memperkuat reformasi birokrasi sekaligus mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Polri.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Mapolresta Surakarta dan dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, serta perwakilan personel dari masing-masing satuan fungsi.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen dan keterlibatan seluruh personel dalam mendukung pembangunan Zona Integritas. Menurutnya, pembangunan ZI harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Zona Integritas bukan sekadar slogan, tetapi implementasi nyata dalam setiap pelayanan kita kepada masyarakat. Kita ingin memastikan Polresta Surakarta benar-benar bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegas Kombes Pol Catur .
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan apresiasi terhadap langkah Polresta Surakarta dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas. Menurutnya, upaya membangun birokrasi yang bersih dan memberikan pelayanan berkualitas membutuhkan komitmen serta sinergi seluruh unsur pemerintahan dan aparat pelayanan publik.
“Pembangunan Zona Integritas ini bukan hanya tentang mendapatkan predikat, tetapi bagaimana nilai-nilai integritas tersebut benar-benar diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan berintegritas,” ujar Respati Ardi.
Respati menambahkan, sinergi antara Pemerintah Kota Surakarta dan Polresta Surakarta perlu terus diperkuat, khususnya dalam memberikan pelayanan dan menciptakan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat.
“Pemkot Surakarta tentu mendukung langkah Polresta Surakarta. Kita bersama-sama membangun budaya pelayanan yang semakin baik, sehingga masyarakat merasakan langsung manfaat dari reformasi birokrasi yang dilakukan,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, materi sosialisasi disampaikan oleh Kabagren Polresta Surakarta. Materi mencakup enam area perubahan yang menjadi indikator utama dalam pembangunan Zona Integritas, yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
Enam area perubahan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih efektif, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala maupun persoalan teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas, sekaligus membahas solusi konkret untuk mendukung pembangunan Zona Integritas menuju predikat WBBM.
Kapolresta Surakarta menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya bergantung pada satu bagian atau satuan kerja, melainkan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh personel.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan seluruh anggota Polresta Surakarta semakin memahami, menginternalisasi, dan menerapkan nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mewujudkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, transparan, akuntabel, responsif, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme.
“Dengan komitmen bersama, kita wujudkan Polresta Surakarta yang bersih, transparan dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Polri yang Presisi, yaitu Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan,” pungkasnya.




