Polresta Surakarta- Polda Jateng – Dalam rangka menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Banyuanyar Polsek Banjarsari Polresta Surakarta, Aiptu Ali Rubiyanto, melaksanakan sambang rutin wilayah sekaligus memberikan sosialisasi pencegahan bullying kepada para siswa SD Mujahidin, Kota Surakarta, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan serta upaya preventif dalam mencegah terjadinya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Dalam sosialisasinya, Aiptu Ali Rubiyanto memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai arti bullying, dampak negatif yang ditimbulkan, serta pentingnya saling menghormati dan menyayangi antar teman.
Aiptu Ali Rubiyanto menyampaikan bahwa diharapkan ke depan seluruh siswa dapat bermain dan belajar dengan nyaman, tanpa adanya peristiwa bullying di lingkungan sekolah. Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat kejadian bullying yang menonjol di SD Mujahidin. Namun demikian, mengingat usia anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan, terkadang perselisihan kecil atau perkelahian ringan masih dianggap wajar dan biasanya dapat kembali rukun setelahnya.
“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak bisa saling memaafkan, menjaga pertemanan, serta tidak menyakiti baik secara fisik maupun verbal. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar,” pesan Aiptu Ali kepada para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Ali Rubiyanto juga mengingatkan para siswa terkait agenda sekolah, di mana pada keesokan harinya dijadwalkan penerimaan rapor, kemudian dilanjutkan dengan libur sekolah selama dua minggu dan akan masuk kembali pada tanggal 5 Januari 2026. Selama masa liburan, para siswa diimbau untuk tetap memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif serta tetap belajar di rumah.
Kegiatan sambang dan sosialisasi tersebut berlangsung dengan penuh keakraban dan mendapat respons positif dari pihak sekolah. Diharapkan melalui kegiatan ini, sinergi antara Polri, sekolah, dan masyarakat dapat terus terjalin guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari bullying.




