Polresta Surakarta- Polda Jateng – Kepedulian dan respon cepat kembali ditunjukkan oleh anggota Polri. Personel Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Surakarta, Aiptu Sulis, dengan sigap membantu korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor dengan sebuah mobil di Jl. Prof. Dr. Soeharso, Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Rabu (14/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat Aiptu Sulis tengah melaksanakan tugas pengecekan personel yang melaksanakan PH pagi. Ketika melintasi lokasi kejadian, ia melihat adanya kecelakaan lalu lintas dan tanpa ragu langsung menghentikan langkahnya untuk memberikan pertolongan kepada korban.
Mengetahui korban pengendara sepeda motor mengalami patah tulang (fraktur) pada bagian paha, Aiptu Sulis dengan sigap melakukan tindakan awal pertolongan. Ia menggunakan kopel dan kayu sebagai alat penyangga darurat guna meminimalisir pergerakan pada bagian tubuh korban yang mengalami cedera, sambil menunggu proses evakuasi.
Setelah dilakukan pertolongan awal, korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta menggunakan mobil Sat Tahti Polresta Surakarta yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, SIK., MH memberikan apresiasi atas tindakan cepat dan humanis yang dilakukan anggotanya tersebut.
“Saya mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Aiptu Sulis. Ini adalah cerminan dari semangat Polisi Baik, di mana setiap anggota Polri harus peka, sigap, dan hadir memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi darurat,” ujar Kombes Pol Catur.
Kapolresta menambahkan bahwa tindakan tersebut sejalan dengan komitmen Polresta Surakarta dalam mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, serta selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Tindakan sigap Aiptu Sulis ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat kemanusiaan.




