Lewat Program Paham AI, Polresta Surakarta Edukasi Pelajar soal Etika Digital

| August 26, 2026

Polresta Surakarta- Polda Jateng – Polresta Surakarta mulai memperkuat literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di kalangan pelajar melalui program Polresta Surakarta Paham AI. Program tersebut menyasar generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara produktif, etis, aman, dan bertanggung jawab.

Kegiatan digelar di SMA Negeri 4 Surakarta, Rabu (26/8/2026). Para siswa tidak hanya dikenalkan dengan perkembangan teknologi AI, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai potensi risiko dan dampak penyalahgunaan teknologi tersebut.

Program Polresta Surakarta Paham AI berada di bawah naungan Senopati Institut dan berkolaborasi dengan Polda Jawa Tengah. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelajar dalam menggunakan AI sekaligus membangun sikap kritis terhadap berbagai informasi yang beredar di ruang digital.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kabag SDM Kompol Riyadi Supriyadi mengatakan, perkembangan AI membuat proses pembuatan berbagai konten menjadi semakin mudah. Kondisi tersebut, kata dia, perlu diimbangi dengan kemampuan generasi muda dalam memilah, memeriksa, dan memastikan kebenaran sebuah informasi.

“AI memberikan banyak manfaat bagi pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Namun, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk membuat informasi palsu, manipulasi gambar, suara maupun video. Karena itu, para siswa perlu memahami bukan hanya cara menggunakan AI, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab,” kata Kompol Riyadi.

Menurutnya, penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan persoalan sosial hingga hukum. Terlebih jika teknologi tersebut digunakan untuk melakukan penipuan, pencemaran nama baik, penyebaran informasi palsu, maupun tindakan lain yang merugikan orang lain.

Karena itu, dalam pelatihan tersebut para siswa diberikan materi mengenai etika penggunaan AI, verifikasi informasi, cara mengenali hoaks dan deepfake, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan belajar.

Pelatihan dilakukan secara bertahap. Para peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal. Setelah itu, siswa mendapatkan materi dari trainer dan dilanjutkan dengan post-test untuk mengukur pemahaman setelah mengikuti pelatihan.

Sejumlah materi yang diberikan di antaranya Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax With AI, serta AI Prompts 101.

Kompol Riyadi menambahkan, program Polresta Surakarta Paham AI akan dilaksanakan secara bergilir di sekolah-sekolah lain di Kota Surakarta setiap pekan. Program tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman pelajar mengenai manfaat sekaligus risiko penggunaan teknologi AI.

“Jangan sampai generasi muda hanya menjadi pengguna AI. Mereka harus menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan memahami batasan dalam penggunaannya,” pungkasnya.

Melalui program ini, Polresta Surakarta berharap para pelajar tidak hanya mampu memanfaatkan AI untuk mendukung pendidikan dan kreativitas, tetapi juga memiliki kesadaran mengenai etika, keamanan, serta tanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya kepolisian membangun budaya literasi digital di kalangan generasi muda agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tanggung jawab.

Informasi Terkait