Mpun Pundungan, Mpun Cugetan,,Sing guyup Rukun! Mbah Con Ajak Ibu-Ibu Solo Tunjukkan Jati Diri Wong Solo

| November 4, 2026

 

Polresta Surakarta – Polda Jateng– Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko, yang akrab disapa Mbah Con, saat bersilaturahmi dengan perkumpulan ibu-ibu di wilayah Kota Surakarta.

Tak sekadar datang untuk menyapa, orang nomor satu di Polresta Surakarta tersebut juga menitipkan pesan sederhana namun penuh makna tentang pentingnya menjaga kerukunan dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan gaya khasnya yang santai dan humoris, Mbah Con mengajak para ibu untuk menunjukkan karakter perempuan Solo yang sesungguhnya, yakni ramah, sabar, rendah hati, tidak mudah tersinggung, serta tidak gemar membicarakan keburukan orang lain.

“Tampilkan wajah ibu-ibu Solo yang sebenarnya. Mpun Pundungan, Mpun Cugetan,,Sing guyup Rukun , Ibu-ibu Solo harus menjadi contoh dalam menjaga kerukunan,” pesan AKBP Condro.

Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana dan penuh keakraban. Sesekali candaan khas Mbah Con mencairkan suasana, menjadikan pertemuan terasa seperti obrolan keluarga tanpa sekat antara polisi dan masyarakat.

Menurutnya, ibu-ibu memiliki peran penting dalam menciptakan suasana harmonis, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kerukunan, kata dia, bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti saling menyapa, menghargai perbedaan, tidak mudah tersinggung, serta menghindari kebiasaan membicarakan kekurangan orang lain.

“Kalau ibu-ibunya guyub, saling menghormati dan tidak gampang rasan-rasan, insyaallah lingkungannya juga adem ayem. Itulah wajah asli ibu-ibu Solo yang harus terus kita jaga,” ungkapnya.

Melalui kunjungan tersebut, Kapolresta ingin membangun kedekatan emosional dengan masyarakat sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Jawa yang menjunjung tinggi tepa selira, unggah-ungguh, dan kerukunan.

Baginya, menjaga Kota Solo tetap aman dan nyaman bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat, termasuk ibu-ibu yang menjadi perekat hubungan sosial di lingkungannya.

“Solo itu terkenal dengan masyarakatnya yang ramah dan santun. Mari kita rawat bersama. Mpun Pundungan, Mpun Cugetan,,Sing guyup Rukun,” pungkasnya.

Informasi Terkait