Warning: file_exists(): open_basedir restriction in effect. File(/var/www/html/wp-content/themes/Divi/core/_et_core_version.php) is not within the allowed path(s): (/www3/www/polresta.surakarta.go.id/:/tmp/) in /var/www/polresta.surakarta.go.id/wp-content/themes/Divi/core/init.php on line 143
Ora Butuh Jimat, Cukup Pangestune Ibu: Bekal Mbah Con Merawat Solo - Polresta Surakarta

Ora Butuh Jimat, Cukup Pangestune Ibu: Bekal Mbah Con Merawat Solo

| November 6, 2026

Polresta Surakarta – Polda Jateng – Setinggi apa pun jabatan seorang anak, di hadapan ibunda tercinta, ia tetaplah seorang anak yang membutuhkan doa, nasihat, dan restu orang tuanya.

Momen penuh kehangatan dan kasih sayang itu tergambar dari kedekatan Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko bersama ibunda tercinta, sesaat sebelum sang ibu berpamitan untuk kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Ada suasana haru yang menyelimuti perpisahan sederhana tersebut. Di balik sosoknya yang dikenal tegas namun humoris dalam memimpin Polresta Surakarta, AKBP Condro Sasongko memperlihatkan sisi lain sebagai seorang anak yang begitu menghormati dan menyayangi ibundanya.

Sebelum sang ibu pulang, AKBP Condro menyempatkan diri meminta doa restu dan nasihat sebagai bekal dalam menjalankan amanah memimpin kepolisian sekaligus merawat Kota Solo.

Bukan pesan tentang pangkat, jabatan, ataupun kedudukan. Sang ibunda justru menitipkan nasihat sederhana yang sarat makna kehidupan.

“Hati-hati dalam melaksanakan tugas, jaga kesehatan, dan srawung konco (bergaul serta menjaga hubungan baik dengan sesama),” pesan sang ibunda kepada putra tercintanya.

Pesan singkat tersebut menjadi pangeling urip, pengingat kehidupan yang begitu berharga bagi AKBP Condro Sasongko.

Bagi seorang anak, doa dan restu seorang ibu merupakan kekuatan tersendiri. Terlebih ketika harus mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Di tengah kesibukan dan tanggung jawabnya sebagai Kapolresta Surakarta, nasihat sang ibu menjadi pengingat agar dirinya senantiasa menjaga kesehatan, berhati-hati dalam bertindak, serta tidak melupakan pentingnya menjalin persaudaraan dengan siapa pun.

Ada makna mendalam dari pesan srawung konco. Bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal memberikan perintah, melainkan juga bagaimana mampu hadir, mendengar, membaur, dan merawat hubungan baik dengan masyarakat.

Kedekatan AKBP Condro Sasongko dengan ibundanya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kasih sayang orang tua tidak pernah mengenal pangkat maupun jabatan.

Sebab, setinggi apa pun seorang anak melangkah, doa seorang ibu tetap menjadi tempatnya berpulang.

Pangestune Simbok, Jimat Urip Kanggo Ngopeni Kutha Solo. Restu ibunda menjadi bekal kehidupan untuk terus menjaga dan merawat Kota Solo dengan hati.

Informasi Terkait