Pastikan Paskah Aman, Polresta Surakarta Terapkan Skema Prioritas Pengamanan Gereja

| April 1, 2026

Polresta Surakarta – Polda Jateng – Polresta Surakarta Polda Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan rangkaian ibadah Paskah umat Nasrani yang akan berlangsung mulai Kamis (02/04/2026) hingga Minggu (05/04/2026).

Pengamanan ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan kondusif di seluruh gereja yang ada di wilayah Kota Surakarta.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, SIK.MH melalui Kabagops Kompol Wahyu Joko Nugroho, SIK.MH menjelaskan bahwa pola pengamanan akan dilakukan dengan sistem klasifikasi tiga tingkat prioritas gereja.

“Kita klasifikasikan menurut banyaknya umat serta kegiatan yang ada di gereja,” ujar Kompol Wahyu, Rabu (01/04/2026).

Kompol Wahyu menjelaskan, untuk gereja prioritas satu akan dilakukan pengamanan selama 24 jam dengan sistem shift. Dalam satu shift, sebanyak enam personel Polri akan berjaga, terdiri dari satu perwira dan lima bintara.

Sementara itu, gereja prioritas dua akan dijaga saat pelaksanaan ibadah oleh jajaran Polsek setempat. Sedangkan gereja prioritas tiga hanya akan dipantau melalui patroli karena umumnya pelaksanaan ibadah bergabung dengan gereja prioritas satu maupun dua.

“Sedangkan prioritas tiga hanya akan dilaksanakan patroli, karena perayaannya bergabung dengan gereja prioritas satu maupun dua,” jelasnya.

Sebanyak 113 personel Polresta Surakarta disiapkan dalam pengamanan ini, yang juga akan diperkuat oleh unsur TNI, Pemerintah Kota Surakarta, serta pihak internal gereja.

Menurutnya, sinergi antarinstansi sangat diperlukan agar pengamanan dapat berjalan secara optimal.

“Semua elemen kita libatkan, termasuk dari pihak gereja, karena pengamanan ini merupakan tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Kabagops menambahkan, jumlah personel yang diterjunkan masih bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan jumlah gereja yang melaksanakan ibadah Paskah.

Untuk teknis pelaksanaan, pengamanan akan mengacu pada prosedur standar operasional (SOP) seperti pada perayaan Natal, termasuk sterilisasi lokasi sebelum ibadah dimulai.

“Itu SOP ya, tentu kita siapkan sterilisasi,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh jemaat agar tidak membawa barang berlebihan saat mengikuti ibadah, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitar lokasi gereja.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan. Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan kepada petugas yang berjaga,” pungkasnya.

Informasi Terkait