Polresta Surakarta Edukasi Pelajar SMKN 6 soal AI, Tekankan Penggunaan yang Aman dan Bertanggung Jawab

| September 15, 2026

 

Polresta Surakarta- Polda Jateng – Polresta Surakarta kembali menyasar kalangan pelajar untuk memberikan edukasi terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kali ini, edukasi melalui program Polresta Surakarta Paham AI digelar di SMKN 6 Surakarta, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polresta Surakarta dalam meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai perkembangan AI, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia pendidikan, hingga potensi risiko yang perlu diwaspadai.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kabag SDM Kompol Riyadi Supriyadi mengatakan perkembangan teknologi AI harus diimbangi dengan pengetahuan dan sikap bijak dari para penggunanya, khususnya pelajar.

“AI merupakan teknologi yang berkembang sangat cepat dan memberikan banyak manfaat. Namun, penggunaannya harus tetap dilakukan secara bijak, aman, etis dan bertanggung jawab,” kata Kompol Riyadi.

Menurutnya, pelajar merupakan salah satu kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi digital. Karena itu, pemahaman mengenai AI penting diberikan agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan mendukung proses belajar.

“Harapannya para siswa tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami batasan-batasannya. Jangan sampai teknologi ini justru digunakan untuk hal-hal yang negatif, seperti menyebarkan informasi yang tidak benar atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar juga dikenalkan dengan berbagai pemanfaatan AI yang dapat menunjang aktivitas pendidikan. AI dapat digunakan sebagai sarana membantu mencari referensi, mengembangkan ide, memahami materi pelajaran, hingga mendukung kreativitas siswa.

Meski demikian, Polresta Surakarta mengingatkan agar penggunaan AI tidak menghilangkan proses berpikir kritis dan kreativitas peserta didik. Pelajar tetap harus melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh dari teknologi AI.

“Gunakan AI sebagai alat bantu untuk belajar dan mengembangkan kreativitas, bukan untuk menggantikan proses berpikir. Tetap lakukan pengecekan dan pastikan informasi yang digunakan benar,” jelasnya.

Program Polresta Surakarta Paham AI diharapkan dapat membangun kesadaran pelajar mengenai pentingnya literasi digital sekaligus membekali mereka menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Polresta Surakarta juga terus mendorong kolaborasi dengan lingkungan pendidikan agar pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dapat diarahkan untuk mendukung terciptanya generasi muda yang produktif, kreatif, cerdas dan bertanggung jawab.

Informasi Terkait