Polresta Surakarta Gelar Pengambilan Sumpah dan Pakta Integritas Penerimaan Anggota Polri 2026

| April 1, 2026

Polresta Surakarta- Polda Jateng – Dalam rangka menjamin proses seleksi yang bersih, transparan, dan akuntabel, Polresta Surakarta menggelar kegiatan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas pada Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wirasatya ’96 Mapolresta Surakarta, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri, sebagai bentuk komitmen moral dan hukum dari seluruh pihak yang terlibat agar proses berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbagdalpers Bag SDM Polresta Surakarta AKP Meiventi Pramudiningsih, S.H., Kasiwas Polresta Surakarta AKP Ragil Sulistyowati, Kasidokkes Polresta Surakarta AKP Cahyono Agus, S.Kep., M.Si., M.H., serta perwakilan dari Dispendukcapil Kota Surakarta, Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Diknas Wilayah VII, Kementerian Agama Kota Surakarta, unsur LSM, perwakilan orang tua peserta, dan seluruh peserta seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kabag SDM Kompol Riyadi Supriyadi, S.I.P., M.H., dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas ini bukan sekadar seremoni, namun merupakan pondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Ini adalah bentuk komitmen bersama bahwa seluruh proses seleksi harus dilaksanakan secara profesional dan berintegritas. Tidak ada ruang bagi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil yang dicapai,” tegasnya.

Kabag SDM menekankan bahwa seluruh panitia seleksi wajib bekerja secara objektif dan menjunjung tinggi aturan yang berlaku. Begitu pula dengan para peserta dan orang tua, diharapkan tidak mencoba melakukan upaya-upaya yang melanggar ketentuan, termasuk mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Percayalah pada kemampuan diri sendiri. Polri berkomitmen penuh bahwa proses seleksi ini gratis dan tidak dipungut biaya apa pun. Jika ada pihak yang mencoba menawarkan bantuan kelulusan, itu dipastikan tidak benar dan harus segera dilaporkan,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengambilan sumpah terhadap panitia, peserta, serta orang tua/wali, yang dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas sebagai simbol keseriusan dan tanggung jawab moral untuk menjaga kejujuran dan transparansi selama proses seleksi berlangsung.

“Keterlibatan berbagai instansi eksternal seperti Dispendukcapil, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta pengawas dari unsur LSM menjadi bagian penting dalam memastikan pengawasan yang independen dan objektif,” ungkapnya.

“Hal ini juga sebagai upaya memperkuat transparansi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan anggota Polri,” jelas Kompol Riyadi.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Kabag SDM berharap seluruh tahapan seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku, serta mampu menghasilkan calon anggota Polri yang unggul, profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Komitmen kuat ini menjadi bukti nyata bahwa Polri terus berbenah dalam mewujudkan institusi yang Presisi, serta semakin dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Informasi Terkait