Polresta Surakarta – Polda Jateng- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta menggelar kegiatan Polantas Menyapa dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Bhinneka Karya (BK) Surakarta, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta membentuk budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar sejak dini.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Lantas Kompol Dhayita Daneswari mengatakan, kegiatan Polantas Menyapa merupakan salah satu upaya preventif kepolisian untuk memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.
“Dalam kegiatan MPLS ini, kami memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, memahami batas usia yang diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor, serta mengedukasi mereka agar selalu tertib saat menggunakan angkutan umum demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Kompol Dhayita.
Dalam sosialisasi tersebut, personel Satlantas memberikan materi mengenai tata tertib berlalu lintas, etika berkendara di jalan raya, serta pentingnya mematuhi rambu-rambu dan peraturan lalu lintas. Para siswa juga diingatkan agar tidak mengendarai kendaraan bermotor apabila belum memenuhi persyaratan usia dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Selain itu, petugas turut menyampaikan imbauan terkait keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Edukasi ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran, kedisiplinan, serta membentuk karakter pelajar sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kompol Dhayita menambahkan, melalui kegiatan Polantas Menyapa pada masa MPLS, Satlantas Polresta Surakarta berharap para pelajar memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya keselamatan di jalan sehingga dapat menekan angka pelanggaran lalu lintas maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Surakarta.
“Keselamatan berlalu lintas harus ditanamkan sejak usia sekolah. Kami berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, sehingga tercipta budaya tertib berlalu lintas yang pada akhirnya mampu mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kota Surakarta,” pungkasnya.




