Viral di Medsos, Polisi Pastikan Kasus Toko Emas Nusukan Bukan Aksi Perampokan

| June 11, 2026

Polresta Surakarta- Polda Jateng– Dugaan aksi pencurian terjadi di salah satu toko emas di ruas Jalan Pierre Tendean, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Rabu (10/6) sore. Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial dan disebut sebagai aksi perampokan. Namun, kepolisian memastikan kejadian itu bukan perampokan sebagaimana informasi yang beredar.

Kasi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani, S.tk. SIK.MM.CPHR menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal yang dilakukan jajaran Satreskrim, pelaku menjalankan modus berpura-pura sebagai pembeli sebelum akhirnya membawa kabur barang yang diduga menjadi sasaran pencurian.

“Yang dinarasikan perampokan itu bukan perampokan. Ini informasi awal ya. Dari hasil penyelidikan awal yang sudah saya konfirmasi dengan rekan-rekan Satreskrim, kejadian tersebut bukan perampokan,” ujarnya.

Menurut AKP Lingga, dari rekaman kamera pengawas (CCTV) terlihat seorang laki-laki masuk ke toko dan berpura-pura hendak membeli emas.
Pelaku kemudian terlibat percakapan dengan penjaga toko sambil menunggu situasi lengah.

“Di CCTV terlihat satu orang berpura-pura membeli, menawarkan seperti layaknya orang mau beli. Setelah terjadi perbincangan dan mungkin menunggu penjaga lengah, yang bersangkutan langsung lari dan kabur,” jelasnya.

AKP Lingga menegaskan peristiwa tersebut berbeda dengan tindak perampokan yang identik dengan penggunaan kekerasan atau ancaman. Polisi juga menilai kasus ini dapat dikategorikan sebagai pencurian biasa dengan modus mengambil barang secara diam-diam tanpa diketahui pemilik.

“Bukan perampokan. Kalau perampokan kan berarti memang dirampok. Ini pelaku pura-pura membeli, terjadi percakapan, lalu saat ada kesempatan dia langsung lari. Kalau ngutil juga bukan, karena saat itu dia sedang berinteraksi dengan penjaga toko,” katanya.

Saat pelaku melarikan diri, pegawai toko sempat berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Namun pelaku berhasil kabur dan sampai saat ini pelaku belum berhasil diamankan.

Laporan kejadian tersebut diterima Polresta Surakarta pada Rabu sore, sesaat setelah waktu sholat Ashar. Mendapat laporan, petugas langsung meneruskan informasi tersebut kepada Satreskrim untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Masuk ke kami kurang lebih sore setelah sholat Ashar. Langsung kami teruskan ke jajaran Satreskrim dan mereka melakukan penyelidikan. Nanti akan kami update lagi perkembangan selanjutnya,” ujar AKP Lingga.

Hingga Rabu malam, pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Berdasarkan rekaman CCTV yang telah diperiksa penyidik, pelaku yang terekam kamera merupakan seorang laki-laki dan beraksi seorang diri di dalam toko.

“Yang terlihat di CCTV hanya satu orang laki-laki. Kemungkinan ada orang lain yang menunggu di luar masih kami dalami. Untuk itu kami menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Saat ini Satreskrim Polresta Surakarta masih mengumpulkan keterangan saksi, menganalisis rekaman CCTV, serta menelusuri identitas pelaku guna mengungkap secara lengkap kronologi dan kerugian yang ditimbulkan dalam peristiwa tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Informasi Terkait