Polresta Surakarta- Polda Jateng – Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko tampil berbeda saat menghadiri acara Malam Refleksi Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda yang digelar di Monumen Tugu Lilin, Kota Surakarta, Selasa (27/10/2026) malam.
Bukan berbicara soal keamanan maupun penegakan hukum, perwira menengah Polri yang akrab disapa Mbah Con itu justru tampil sebagai motivator. Di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan, ia membakar semangat generasi muda agar berani bermimpi, mengenali potensi diri, dan tidak takut menghadapi kegagalan.
Kegiatan yang diselenggarakan Gerakan Solusi Indonesia (GSI) tersebut turut dihadiri Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Condro menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna tentang tiga sosok yang harus selalu diingat seseorang apabila ingin meraih kesuksesan.
“Kalau kalian ingin sukses, ingat tiga hal. Pertama Allah SWT, kedua orang tua, dan ketiga orang yang setiap hari kalian lihat di cermin, yaitu diri kalian sendiri,” ujar AKBP Condro.
Menurutnya, kesuksesan tidak datang begitu saja. Setiap orang harus berani mengenali kekurangan diri, terus belajar, memperbanyak membaca, serta melatih kemampuan berbicara dan mencontoh hal-hal positif dari orang lain.
Ia juga mengingatkan para pemuda agar tidak menjadikan keberhasilan orang lain sebagai ukuran kesuksesan pribadi.
“Kegagalan itu adalah kunci kesuksesan. Fokuslah pada perkembangan diri sendiri. Jangan sibuk melihat kanan dan kiri, apalagi membandingkan hidup kalian dengan kesuksesan orang lain,” pesannya.
Tak hanya itu, Kapolresta juga menyoroti kebiasaan generasi muda yang terlalu banyak menghabiskan waktu dengan telepon genggam, media sosial, kecerdasan buatan (AI), maupun permainan daring.
Ia mengajak anak-anak muda untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi dan kembali memenuhi pikiran dengan ilmu pengetahuan serta kegiatan positif.
“Jangan sampai isi kepala kita hanya HP, media sosial, AI, dan game online. Isi kembali dengan hal-hal positif. Hidup cuma sekali, bikin bangga orang tua kita. Anak-anak muda harus sanggup membangun dirinya sendiri dan membangun Kota Solo,” tegasnya.
Di hadapan para peserta, AKBP Condro juga membagikan tiga prinsip sederhana yang menurutnya dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan, yakni Smile, Smart, dan Some.
Prinsip pertama, Smile, mengajarkan seseorang untuk tetap tersenyum dalam kondisi apa pun, baik ketika menghadapi kesulitan maupun saat merasakan kebahagiaan.
“Tetaplah tersenyum dalam kondisi apa pun. Susah atau senang, tetap tersenyum. Orang hebat adalah orang yang mampu mencintai semua rasa dalam kehidupannya,” ungkapnya.
Prinsip kedua, Smart, mengajak generasi muda untuk terus belajar, gemar membaca, dan meningkatkan kemampuan diri. Ia mendorong anak-anak muda menjadikan perpustakaan sebagai tempat memperluas wawasan.
“Jangan mau kalah dalam hal belajar. Kalau orang lain bisa, saya harus bisa. Bahkan saya harus lebih mampu. Tapi semua itu harus dibuktikan dengan kemauan belajar dan kerja keras,” pesannya.
Sedangkan prinsip ketiga, Some, menekankan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak semata-mata diukur dari jabatan, kekayaan, ataupun prestasi, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu membawa kebahagiaan bagi orang lain.
“Jadilah orang yang kehadirannya membawa kebahagiaan. Karena pada akhirnya, hidup kita harus bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Melalui momentum refleksi menuju satu abad Sumpah Pemuda tersebut, AKBP Condro berharap generasi muda Solo tidak hanya menjadi penonton perubahan zaman, tetapi mampu tampil sebagai generasi yang percaya diri, berilmu, berkarakter, dan peduli terhadap sesama.
Ia menegaskan bahwa masa depan Kota Solo berada di tangan generasi muda yang mau terus belajar, berani bangkit dari kegagalan, serta memiliki semangat untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jangan hanya bangga melihat kesuksesan orang lain. Bangun kesuksesanmu sendiri, bahagiakan orang tuamu, dan jadilah generasi yang mampu membuat Kota Solo semakin baik,” pungkasnya.




