Polresta Surakarta – Polda Jateng – Ketika malam semakin larut dan sebagian besar masyarakat terlelap dalam istirahat, ada sosok-sosok yang tetap terjaga. Dengan penuh dedikasi, mereka setia menanti setiap dering telepon yang masuk, siap memberikan bantuan kapan pun dibutuhkan.
Mereka adalah operator Call Center 110 Polresta Surakarta, garda terdepan pelayanan kepolisian yang hadir untuk masyarakat tanpa mengenal waktu.
Ka SPKT Polresta Surakarta, Ipda Arif Setiawan, menyampaikan bahwa keberadaan operator Call Center 110 bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Setiap panggilan yang masuk adalah bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan cepat, tepat, dan penuh empati.
Dalam kesehariannya, anggota piket call center menerima beragam panggilan. Mulai dari permintaan informasi terkait pelayanan SKCK, SIM, hingga jam operasional kepolisian. Dengan sikap ramah dan sabar, setiap pertanyaan dilayani dengan sepenuh hati, mencerminkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis.
“Memasuki bulan suci Ramadan, intensitas panggilan pun meningkat. Tidak hanya sebatas bertanya, masyarakat juga menyampaikan berbagai laporan yang membutuhkan respons cepat,” ujarnya.
Ipda Arif menjelaskan mulai dari perang sarung, peredaran minuman keras, kecelakaan lalu lintas, hingga permasalahan rumah tangga seperti konflik suami istri. Bahkan hal-hal sederhana seperti kebisingan suara gitar tetangga pun turut dilaporkan. Semua aduan tersebut diterima dengan terbuka, karena bagi petugas, setiap laporan adalah bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
Ipda Arif menambahkan dengan sigap, setiap laporan segera dikoordinasikan dengan fungsi terkait, sehingga tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti secara nyata hingga tuntas. Inilah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, memberikan rasa aman dan solusi atas setiap permasalahan.
“Di balik kesibukan tersebut, tantangan pun tak terhindarkan. Masih ada saja panggilan iseng yang masuk ke layanan 110. Namun demikian, para petugas tetap mengedepankan sikap profesional dan humanis. Dengan bijak, mereka memberikan edukasi dan imbauan agar layanan ini tidak disalahgunakan, sehingga tetap dapat diakses oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan,” ungkapnya.
“Melalui pelayanan yang tulus, responsif, dan penuh kepedulian, Polresta Surakarta terus berkomitmen untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat—siap mendengar, siap membantu, dan selalu ada, bahkan di saat masyarakat terlelap,” pungkas Ka SPKT.




