Ngariung Aman Penuh Tawa, Mbah Con Ingatkan Bahaya Judol hingga Berbagi Rezeki dengan Supeltas

| October 22, 2026

Polresta Surakarta- Polda Jateng – Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti lobi depan Mapolresta Surakarta saat Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko menggelar kegiatan bertajuk Ngariung Aman bersama ratusan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) Kota Surakarta.

Tak ada suasana formal maupun sekat antara polisi dan masyarakat. Ratusan Supeltas tampak duduk lesehan bersama orang nomor satu di jajaran Polresta Surakarta tersebut. Segelas es teh dan aneka gorengan menjadi teman obrolan santai yang sesekali diwarnai gelak tawa.

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Condro Sasongko didampingi Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Dhayita Daneswari bersama personel Kamsel Sat Lantas.

Kapolresta yang akrab disapa Mbah Con itu terlihat begitu cair membaur bersama para Supeltas. Dengan gaya khasnya yang jenaka, ia sesekali melontarkan candaan spontan hingga mengundang tawa para peserta yang hadir.

Suasana semakin akrab ketika AKBP Condro mengawali pertemuan dengan kulonuwun, sebuah ungkapan dalam tradisi Jawa untuk meminta izin sekaligus memperkenalkan diri kepada seluruh Supeltas Kota Surakarta.

Alih-alih menyampaikan arahan secara kaku, Kapolresta memilih berdialog santai layaknya keluarga yang tengah berkumpul. Candaan demi candaan diselipkan di tengah pesan-pesan penting yang disampaikannya.

Salah satu pesan yang menjadi perhatian adalah bahaya judi online atau judol. Dengan bahasa sederhana dan dibumbui humor khas Mbah Con, Kapolresta mengingatkan para Supeltas agar tidak tergiur praktik perjudian yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Melalui pendekatan humanis tersebut, pesan edukasi disampaikan dalam suasana santai sehingga lebih mudah dipahami para peserta.

Tak hanya memberikan edukasi, AKBP Condro juga membuka ruang dialog untuk mendengarkan langsung berbagai keluh kesah para Supeltas selama menjalankan tugas membantu mengatur arus lalu lintas di jalanan Kota Solo.

Para Supeltas diberi kesempatan menyampaikan pengalaman, kendala, hingga berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari saat membantu masyarakat menyeberang jalan maupun mengurai kepadatan kendaraan.

Kehangatan pertemuan tersebut semakin terasa ketika Kapolresta Surakarta menyerahkan ratusan paket sembako dan santunan kepada para Supeltas yang hadir.

Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian Polresta Surakarta terhadap para relawan yang selama ini turut membantu kelancaran arus lalu lintas di berbagai ruas jalan Kota Solo.

Di tengah kesibukan dan tantangan yang mereka hadapi di jalanan, perhatian tersebut menjadi momen tersendiri bagi para Supeltas.

Salah satu perwakilan Supeltas, Andi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolresta Surakarta atas terselenggaranya kegiatan Ngariung Aman tersebut.

Menurut Andi, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi para Supeltas untuk berinteraksi secara langsung dengan jajaran kepolisian dalam suasana yang lebih dekat dan kekeluargaan.

Ia juga mengaku senang atas perhatian yang diberikan Kapolresta, termasuk bantuan paket sembako dan santunan bagi para Supeltas.

Andi berharap kegiatan Ngariung Aman tidak hanya digelar sekali, tetapi dapat menjadi agenda rutin, setidaknya satu bulan sekali.

Harapan tersebut disampaikan agar hubungan komunikasi, kebersamaan, dan kedekatan antara Polri dengan para Supeltas di Kota Surakarta terus terjaga.

Kegiatan Ngariung Aman ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi antara kepolisian dengan para relawan pengatur lalu lintas.

Melalui dialog dua arah, jajaran Polresta Surakarta dapat mendengarkan secara langsung berbagai masukan dari para Supeltas yang sehari-hari bersentuhan dengan dinamika lalu lintas di lapangan.

Pertemuan yang berlangsung sederhana itu pun menyisakan kesan hangat. Dari obrolan ringan, gelak tawa, hingga penyerahan bantuan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan.

Segelas es teh, sepiring gorengan, dan candaan khas Mbah Con menjadi pelengkap kebersamaan antara Kapolresta Surakarta dan ratusan Supeltas.

Sebuah gambaran bahwa kedekatan polisi dengan masyarakat tidak selalu harus dibangun melalui kegiatan formal, tetapi juga bisa tumbuh dari kesediaan untuk duduk bersama, mendengarkan, dan berbagi cerita.

Informasi Terkait